Sponsors

Jumat, 23 November 2012

Bugis Water Park Makassar


Makassar, Bugis Water Park di Bukit Baruga Antang yang merupakan taman bermain air terbesar di Indonesia bagian timur  Bugis Waterpark akan dibuka setiap hari mulai dari pukul 09.00-18.00 Wita.“Kecuali hari Senin, pengelola akan menutup aktivitasnya untuk perawatan area dan wahana bermain demi meningkatkan kepuasan serta kenyamanan pengunjung,” kata Erni. Menurutnya, antusias para pengunjung sangat tinggi sejak adanya kebijakan membuka untuk umum secara gratis beberapa waktu lalu sebagai ajang percobaan.

Padahal, pada hari itu manajemen hanya menerima pengunjung yang me­ngadakan corporate gathering dan school gathering. Hingga pukul 17.00 Wita, pengunjung telah menembus angka 5.000 orang. Bugis Waterpark adalah sebuah taman bermain air berskala Internasional dengan luas empat hektare di mana proses pembuatan dan pengembangannya dilakukan dengan menggandeng perusahaan penyedia alat sistem teknologi terbesar di dunia, yaitu Polin Waterpark Pool & System, Turki.

Kemudian di balik sistem dan alat yang modern, Bugis Waterpark memiliki nilai filosofi dan edukasi budaya lokal yang tinggi. Sebuah tempat yang tidak hanya untuk sekedar rekreasi, tapi juga tempat untuk belajar tentang budaya dan bahasa Bugis. “Bugis Waterpark terdiri atas tiga Zona, yaitu Zona Allabuang (Pelabuhan), Kampong Rilau (Desa Nelayan), dan Goa Batu Kalibampa (Goa Batu dan Kupu-kupu). Zona Allabuang ditandai dengan adanya Kapal Pinisi berukuran sekitar 4x10 m,” katanya.

Dan kapal ini terletak tepat di depan pintu masuk Bugis Waterpark. Di Kampoeng Rilau terdapat 32 Lego-Lego (Gazebo) sebagai tempat bersantai para pengunjung. Sementara itu di Goa Batu Kalibampa pengunjung akan mendapatkan dua jembatan yang  menyerupai Kupu-­Kupu.

Partisipasi

Keith Devis
Partisipasi adalah keterlibatan mental/pikiran dan emosional/perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut  bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan

Holil Sulaiman
Partisipasi adalah keterlibatan aktif warga masyarakat secara perorangan, kelompok atau dalam suatu masyarakat dalam proses pembuatan keputusan bersama, perencanaan dalam pelaksanaan program serta usaha pelayanan dan pembangunan kesejahteraan sosial di dalam dan atau di luar lingkungan masyarakatnya atas dasar rasa kesadaran tanggung jawab sosialnya.

Jnanabrota Bhattacharya (1972,20) mengartikan partisipasi sebagai pengambilan bagian dalam kegiatan bersama
   
Mubyarto (1984, 35)
mendifinisikannya sebagai kesediaan untuk membantu berhasilnya setiap program sesuai kemampuan setiap orang tanpa berarti mengorbankan kepentingan diri sendiri.
   
Nelson (Bryant dan White, 1982, 206)
menyebut dua macam partisipasi :
Partisipasi antara sesama warga atau anggota suatu perkumpulan yang dinamakannya partisipasi horizontal, dan  parisipasi yang dilakukan oleh bawahan dengan atasan, antar klien dengan patron, atau antara masyarakat sebagai suatu keseluruhan dengan pemerintah, yang diberi nama partisipasi vertikal.

Keterlibatan dalam berbagai kegiatan politik seperti pemberian suara dalam pemilihan, kampanye, dan sebagainya, disebut partisipasi proses politik, sedangkan keterlibatan dalam kegiatan seperti perencanaan dan pelaksanaan pembangunan disebut partisipasi dalam proses administrasi (Bryant dan White, 1982, 206). Keterlibatan kelompok atau masyarakat sebagai suatu kesatuan, dapat disebut partisipasi kolektif, sedangkan keterlibatan individual dalam kegiatan kelompok dapat disebut partisipasi individual (Davis dalam Huneryager dan Heckmann, 1967, 617).

Partisipasi dapat merupakan keluaran pembangunan desa dan dapat juga merupakan masukannnya (Cohen dan Uphoff, 1997, 3 ; Johnston dan Clark, 1982, 170), bahkan, masukan yang mutlak diperlukan (Mubyanto, 1984, 43).
Disamping itu partisipasi dapat dianggap sebagai tolok ukur dalam menilai apakah proyek yang bersangkutan merupakan proyek pembangunan desa atau bukan. Jika masyarakat desa yang bersangkutan tidak berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan suatu proyek di desanya, proyek tersebut pada hakekatnya bukanlah proyek pembangunan desa (Peter du Sautoy).

Participation

Keith DevisParticipation is the involvement of mental / emotional thoughts and / feelings in group situations that encourage them to contribute to the group in order to achieve goals and take responsibility for the business in question
Holil SolomonParticipation is the active involvement of individual citizens, or groups in a society in the process of joint decision-making, planning and program implementation efforts and the development of social welfare services within and outside the community or on the basis of a sense of awareness of social responsibility.
Jnanabrota Bhattacharya (1972.20) defines participation as taking part in joint activities
Mubyarto (1984, 35) define it as a willingness to help the success of each program according to the ability of any person without means sacrificing self-interest.
Nelson (Bryant and White, 1982, 206) mentions two kinds of participation:Participation among citizens or members of an association which he called horizontal participation, and parisipasi performed by subordinates to superiors, among clients with a patron, or the community as a whole with the government, named vertical participation.
Involvement in political activities such as voting in elections, campaigns, and so on, is called participatory political process, while engaging in activities such as planning and implementation of development called participation in the administrative process (Bryant and White, 1982, 206). The involvement of a group or society as a whole, may be called collective participation, while individual participation in group activities can be referred to individual participation (Davis in Huneryager and Heckmann, 1967, 617).
Participation can be output and rural development can also be masukannnya (Cohen and Uphoff, 1997, 3; Johnston and Clark, 1982, 170), in fact, absolutely necessary input (Mubyanto, 1984, 43).Besides, participation can be regarded as a benchmark in assessing whether the project in question is a rural development project or not. If the villagers are concerned not had the opportunity to participate in the development of a project in the village, the project is not substantially rural development project (Peter du Sautoy).

Raja Ampat Stunning

The number of the tourists seemed engrossed in eating and chatting casually as he looked off toward the sea dominated by blue, green, and white. The colors that appear because of the influence of coral reefs in the shallow sea floor and inside. They were having lunch at Papua Diving Resort, the waters of West Irian Jaya.Hot sun and brisk air makes exasperated guests to dive and dive. The sunlight through the cracks often waves to the reef. Beauty of the scenery and marine life did make a lasting impression for tourists. For lovers of coastal tourism and underwater fanatic, Raja Ampat is known even rated the best in the world for the quality of coral reefs

Many international underwater photographers capture the charm of the sea Raja Ampat. There's even come repeatedly and made a special book about the beauty of coral reefs and marine life area. Mid-2006, a special team of the world's leading scientific adventure magazine, National Geographic, made coverage in Raja Ampat that will become the main report in 2007.A total of 610 Island in Raja AmpatRaja Ampat Sorong is broken, since 2003. District has a population of 31,000 souls has 610 islands (only 35 islands are inhabited) with a total area of ​​about 46,000 km2, but only 6,000 km2 of land, 40,000 km2 in the sea. The islands are unspoiled and beautiful sea is still making direct tourists hooked. They seemed to want to explore the waters of the "Bird's Head" New Guinea.This area was the target of the hunters reef fish by bombing and cyanide poison to spread. However, there are still many people who seek to protect the region's marine wealth that could be saved. Coral reefs in Raja Ampat marine rated comprehensive in the world. Of the world's 537 species of coral, 75 percent were in these waters. Also found 1104 species of fish, 669 species of molluscs (soft animals), and 537 species of coral animals. Incredible.The World Bank in collaboration with global environmental institutions establish Raja Ampat as one region in East Indonesia, which received assistance Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, since 2005. In Raja Ampat, this program covers 17 villages and involve the local population. Fishermen are also trained to cultivate grouper and seaweed.Exoticism Raja AmpatPapua Diving, the only exotic resort that offers underwater tours in the region, visited by tourists diving enthusiasts at home for days and even up to a month-ford the contours of the seabed. They seemed to not want to return to their own countries because they get the "island paradise second to none on this earth".Managers is not easy to prepare a place for tourists. Maximillian J Ammer, owner of Dutch citizens of Papua Diving Resort is also pioneering marine tourism drive this region, need desperately to set up various facilities to attract tourists from abroad. Since he started his business eight years ago, many of the funds must be spent. However, the results are also satisfactory. Each year the resort is visited at least 600 special tourist who spent an average of two weeks.Lodging is very simple that only a walled and roofed woven palm leaves that cost at least 75 euro or Rp 900,000 a night. If you want to dive must pay 30 euros, or about Rp 360.000 one dive at a particular location. Most tourists come from Europe. Only a few tourists from Indonesia to stay and dive in there."Tourists dive almost every day because the dive sites are very wide and varied. The beauty of the coral reefs are varied so much choice and invite curiosity. There are tourists who are aged 80 years strong still diving, "said Max Ammer which women married to Manado.Three years ago, Papua Diving build a modern inn not far from the first location. Apparently, the inn was built by relying on local building materials are almost always fully booked. Though the charge reaches 225 euros, or about Rp 2.7 million per night. In the new location, equipped with modern appliances, including international telephone and internet facilities.

Bantimurung Waterfall

Bantimurung National Park is a nature reserve with an area of ​​480 km2, only 45 km north of Makassar / Ujung. Bantimurang name is a combination of 'slam gloom'.

The park is famous for its many butterflies, in 1856 Sir Alfred Wallace visited this place and he refers to this area as the 'Kingdom of Butterflies' ('Royal Butterfly'). A name that is still used today. Unfortunately, the number of butterfly species declined significantly in the past decade. In the first calculation there are 270 species, in 1997 the number of only 147 species, and at last count in 2010 found only 90 species. In addition to the decline of species, the number of butterflies has also decreased significantly: before there were so many butterflies, they would gather in each group.
National Parks Bantimurung

Increased human activity in the area is considered to be the cause of this decline. Therefore, the government started the breeding of butterflies. But despite a significant decline, you can still enjoy the thousands of butterflies colorful here, especially on or near one of the caves.

Besides butterflies National Park is famous for its waterfall which has a height of 15 meters. This waterfall is an attractive tourist spot for most visitors. There are some that you can explore caves, behind waterfalls. Waterfalls and caves set in a beautiful tropical forest with limestone cliffs.

Bantimurang National Park is very popular and visited by local tourists from Napier at the weekend, visitors usually go to the waterfall and the adjacent recreation area.

Bantimurung park admission ticket is $ 5,000 per adult. There are low-cost hotels around the national park for Rp 50,000.

Lake Tempe

 Lake Tempe is one of the tourist attraction in South Sulawesi yangbanyak visited by tourists, both domestic and foreign. Danauyang extent of 13,000 hectares, when viewed from ketinggiantampak like a giant basin. The lake is a sumberpenghidupan, fishing, not only for the KabupatenWajo, but also some people and Sidrap Soppeng district. Along the shores of the lake, the fishing village nuanced look Bugisberjejer facing the lake.FeatureLake Tempe  is the largest freshwater fish producer in the world, because the lake holds many food sources of fish. 

Danau Tempe

Danau Tempe adalah salah satu obyek wisata di Sulawesi  Selatan yangbanyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danauyang luasnya 13.000 hektar ini, jika dilihat dari ketinggiantampak  bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini menjadi sumberpenghidupan, mencari  ikan, tidak hanya bagi masyarakat KabupatenWajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Disepanjang tepi danau, tampak perkampungan  nelayan bernuansa Bugisberjejer menghadap ke arah danau.

Rabu, 07 November 2012

Definisi Keluarga


Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ("nuclear family") terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Ada pula yang mendefinisikan bahwa keluarga ialah satu kumpulan manusia yang dihubungkan melalui pertalian darah, perkawinan atau pengambilan anak angkat. Di Barat, keluarga didefinisikan sebagai satu kumpulan manusia yang mempunyai hubungan darah atau pertalian sah seperti perkawinan dan pengambilan anak angkat. Banyak ahli antropologi berpendapat istilah "darah" perlu difahami secara metaforik kerana banyak masyarakat bukan Barat mempunyai konsep berkeluarga yang tidak bersandarkan "darah".

Selasa, 06 November 2012

Pelayanan Kesejahteraan Bagi Lanjut Usia

Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya luhur, memiliki ikatan kekeluargaan yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang menghargai peran serta kedudukan para lanjut usia dalam keluarga maupun masyarakat, Sebagai warga yang telah berusia lanjut, para lanjut usia mempunyai kebajikan ,kearifan serta pengalaman berharga yang dapat di teladani oleh generasi penerus dalam pembangunan nasional. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah memicu timbulnya berbagai  perubahan dalam masyarakat, dengan meningkatkan angka harapan hidup. Dari hasil sensus penduduk yang dilaksakan oleh BPS menunjukan pada tahun 2000 usia harapan hidup di Indonesia mencapai 67 dari populasi lanjut usia yang di perkirakan 17 juta orang. Pada tahun 2020 jumlah penduduk lanjut usia Indonesia diproyeksikan mencapai 28 juta orang yang berusia 71 tahun. 

Perubahan komposisi penduduk lanjut usia menimbulkan berbagai kebutuhan  baru yang harus dipenuhi, sehingga dapat pula menjadi permasalahan yang komplek bagi lanjut usia, baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat. Guna mengatasi lanjut usia, diperlukan program pelayanan kesejahteraan sosial lanjut usia yang terencana, tepat guna dan tetap memiliki karakteristik. Sebagai bangsa yang menjamin keharmonisan hubungan di antara anak, Three in one roof, yang artinya Bahwa suasana hubungan yang harmonis antar ketiga generasi akan terus terjalin sepanjang masa, walaupun saat ini mereka cenderung tidak tinggal bersama dalam satu rumah. Namun semangatnya masih terpatri dalam satu atap kebersamaan.

Permasalahan lanjut usia mencakup beberapa aspek kehidupan, yang antara lain aspek sosial, ekonomi, fisik, mental, dan bentuk struktur keluarga serta perubahan struktur masyarakat. Oleh karena itu lanjut usia memerlukan pelayanan yang mencakup aspek-aspek tersebut.  Namun karena berbagai keterbatasan, mereka belum mendapatkan pelayanan yang memadai.  Masalah utama dalam pelayanan dimaksud adalah berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga.  Dengan demikian meningkatnya tuntutan kebutuhan ekonomi dewasa ini khususnya dikota-kota besar, banyak anggota keluarga yang harus terjun didunia kerja untuk mencari penghasilan tambahan guna mendukung keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang semakin meningkat, seperti para istri dan anak-anak disamping kepala keluarga sebagai pencari nafkah.  Kondisi ini akan mengarah kapada semakin berkurangnya perhatian anggota keluarga terhadap lanjut usia karena keterbatasan waktu yang tersedia.  Akibatnya banyak lanjut usia yang harus hidup sendiri tanpa perhatian dan pelayanan keluarga, serta tidak dapat melakukan aktifitas yang bermakna.  Atas dasar kondisi itu, maka mutlak perlu pelayanan kepada lanjut usia yang memadai, dengan maksud menghindari lanjut usia dari keterlantaran dari berbagai aspek.

Pelayanan terhadap lanjut usia telah dilakukan oleh pemerintah bersama dengan beberapa segment masyarakat.  Penanganan dimaksud dilaksanakan melalui pendekatan panti dan luar panti.  Pendekatan panti dilakukan melalui Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) yang tersebar di beberapa wilayah, sedangkan pendekatan non panti dilakukan melalui Pusat Santunan Keluarga (PUSTAKA), Karang Lanjut Usia, Posyandu Lanjut Usia, kegiatan usaha ekonomis produktif, pelayanan lanjut usia berbasis masyarakat dan pendekatan-pendekatan lainnya.  Namun demikian pelayanan sosial lanjut usia yang sudah dilakukan selama ini baik melalui panti sosial maupun luar panti belum sepenuhnya mampu untuk memenuhi kebutuhan lanjut usia secara memadai serta jangkauan pelayanan masih sangat terbatas.